Pattern Flying
Weather
Jakarta, Indonesia
Temp: 25°C
Feels Like: 27°C
Humidity: 89%
Speed: 5 km/h
Direct.: 270°
Pressure: 1012.9 mb
W
Show more details
Select your city...
Provided by:
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday186
mod_vvisit_counterYesterday431
mod_vvisit_counterThis week2056
mod_vvisit_counterLast week4914
mod_vvisit_counterThis month6522
mod_vvisit_counterLast month25061
mod_vvisit_counterSince Jun 20051989443

We have: 2 guests, 6 bots online
Your IP: 38.107.191.114
 , 
Today: Mar 11, 2010
Sejarah singkat JAC



Periode sebelum tahun 1976 :
 

Sebelum dibentuknya perkumpulan aeromodelling yang diberi nama Jaya Aeromodelling Club (JAC), kegiatan aeromodeller sudah ada. Nama-nama yang antara lain bisa disebutkan disini : Dr. Sukarto, Gotok M. Pudspito (alm.), Hasan Aidid (Garuda jet engineer), Yahya (alm.), Nugroho (alm. – Garuda), Dr. Gondo, Harry Hermawan, Sugeng Saleh, JP. Holle, Hasroel Isa, Djubair, Sukiman, Ir. Suharto Hadikusumo, Imoh Zaenuddin Bogor, Victor Vetter (alm.), dll… Tempat latihannya berpindah-pindah. Seperti misalnya di depan MBAU, Pancoran ; atau di Pangkalan udara Halim Perdana Kusuma, di taxiway selatan yang sekarang jadi terminal haji. Kemudian muncul Kol.(AD). Haryono yang bakal menjabat sebagai Dirut Pelita Air Service dengan pangkat Jenderal. Beliau membuka lapangan Pondok Cabe dan dibangunyalah Lapangan terbang Pondok Cabe. Para aeromodeller diberi tempat latihan di lapangan tersebut. Dan mulailah berkembang pesat jumlah aeromodeler. Ibarat anak ayam yang hidup di bawah sayap induknya : para aeromodeller sempat mengadakan show di daerah-daerah diajak oleh Jend. Haryono dengan pesawat Pelita Air Service. Beliau sangat membantu para aeromodeller yang kebanyakan masih ingusan/beginner. Dengan keadaan yang demikian sederhana, masih sempat diselenggarakan kompetisi R/C dan free flight di Pondok Cabe.
Berita duka menimpa para aeromodeller, Jend. Haryono wafat pada tahun 1975, maka para aeromodeller merasa kehilangan besar, bagaikan anak-anak itik yang kehilangan induknya.


Periode 1976 dan seterusnya : 

Dengan wafatnya Jend. Haryono, maka para aeromodeller sadar bahwa tidak bisa terus menerus bergantung pada seseorang. Haruslah dibentuk satu organisasi yang dapat menghimpun dan menjadi wadah untuk mengembangkan minat para aeromodeller, karena hanyalah organisasi yang dapat bertahan dan terus langgeng Oleh karena itu, para aeromodeller berkumpul di rumak Bapak Victor Vetter di Tebet pada tgl 08 Juni 1980 untuk membentuk wadah perkumpulan aeromodeler yang diberi nama JAYA AEROMODELING CLUB. Dapat dicatat bahwa dalam hal ini JAYA artinya : Jakarta Raya, dengan susunan pengurus :


  • Ketua : Ir. Suharto Hadikusumo
  • Wakil Ketua : Victor Vetter
  • Sekretaris : Sugeng Saleh
  • Wakil Sekretaris : Jimmy Mamahit
  • Bendahara : J.P. Holle
  • Humas : Imam Maskan
  • Field Marshal : Hasroel Isa
  • Pembantu FM : Rainier Vetter
  • Pembantu FM : Johan Van Hassett
  • Penasehat : Gotok M. Puspito :
  • Penasehat Teknis : Harry Hermawan
  • Tempat latihan : Lapangan Terbang P.A .S. Pondok Cabe.

Latihan R/C aeromodeling di lapangan Pondok Cabe berlangsung ramai ditambah dengan adanya latihan-latihan terbang pesawat glider (Real bukan model) yang ditarik dengan pesawat Wilga. Pada satu saat kecelakaan tak terhindar : seorang pembatu aeromodeler tertabrak pesawat glider yang sedang meluncur landing, dan ia meninggal seketika. Kejadian yang menyedihkan tersebut terjadi pada pertengahan tahun 1982.
Oleh Jenderal (AD) Sudarso, putranya adalah aeromodeller, maka JAC diajak untuk berlatih di lahan Cilangkap yang lebih aman dan belum sepenuhnya dibangun untuk dijadikan Markas Besar ABRI.
Di Cilangkap, JAC sempat berlatih sampai empat tahun, sampai pada pertengahan tahun 1986. Karena lahan yang ditempati JAC di Cilangkap akan dibangun gedung ABRI maka pencarian tempat latihan baru dimulai.
Atas anjuran Kol (AU) Sodik, maka JAC diajak untuk menempati dan mengolah lahan kosong yang ada di Dirgantara III di lingkungan Kompleks Halim Perdanakusumah. Maka pada tahun 1986 JAC pindah dari Cilangkap untuk menempati lapangan Dirgantara III Halim. Oleh para pengurus JAC, lapangan tersebut dikelola dengan baik dan menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk latihan R/C aeromodelling baik itu untuk fixed wing mapun untuk rotary wing. SK mengenai penempatan/penggunaan secara resmi Dirgantara III untuk latihan-latihan JAC pun keluar dari Komandan Pangkalan Halim Perdanakusumah melalui SK No. Skep/038/XI/1986.
Jaya Aeromodeling Club berada di bawah Naungan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Propinsi DKI.
Berbagai kegiatan aeromodelling telah dilakukan oleh JAC, baik itu dalam rangka penyelenggaraan PON Cabang Aeromodelling, Joy Flight dengan rekan-rekan aeromodeller dari Singapore, maupun peringatan setiap tahun Hari Nasional 17 Agustus dengan penyelengaraan Fun Flying.


Berikut adalah daftar rekan-rekan yang telah menjabat Ketua JAC sejak pendiriannya 08 Juni 1980.

1. Ir. Suharto Hadikusumo periode : 1980-1984
2. Drs. Sugeng Saleh 1984-1992
3. Johannis Nayoan 1992-1998
4. Abdullah Surkaty 1998-2006
5. Frans D Sutadji 2006- hingga sekarang.

 
Random Image